Sudah menjadi sebuah kebiasaan, pada umumnya ketika menghadapi kesulitan hati menjadi gusar, gundah gulana, emosi memuncak tak terkendali. Terlebih ketika mendapat kesulitan dalam urusan ekonomi. Tak jarang orang kadang mengambil jalan pintas untuk keluar dari permasalahan tersebut, mencuri, mengambil hak orang lain, menipu, bahkan bersekutu dengan makhlik ghaib.

Padahal semua ini telah dilarang oleh Allah SWT, : “ Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapaat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui “ Qs Al-Baqoroh :188

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kesulita hidup, diantaranya :

1. Sebagai ujian Allah
Allah telah memberikan pernyataan dalam Al-Qur’an, bahwa yang namanya kesulitan / kekurangan / kerugian dalam perniagaan, gagal panen, dan tertutupnya jalan rizki, tak lain hanya sekedar ujian kesabaran dan keimanan. Karena tidak mungkin pengakuan keimanan seseorang dibiarkan allah tanpa diuji, sedang ujian itu diberikan untuk menaikan derajat keimanan seseorang.

Firman Allah “ Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar .” (Al baqoroh : 155 )

2. Karena kesombongan diri
Firman Allah SWT :
– “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya serba cukup* Ket”. (92:8)

*Ket:”merasa diri serba cukup” artinya tidak lagi memerlukan pertolongan allah karena merasa pintar dgn ilmu yang dimiliki serta tidak mau menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah swt. (Tafsir Depag)

– “ serta mendustakan pahala yang terbaik” (92:9)
– “ maka kelak kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar”(92:10)
– “ dan hartanya tidak bermanfaat baginya bila ia telah binasa “(92:11)

Kadang kita sering lupa dan terlena, sehingga melalaikan kewajiban sebagai hamba karena terlalu sibuk dengan urusan dunia yang diyakini akan membuat hidup bahagia. Kita lebih takut dengan majikan yang menggaji kita, tapi tidak takut dengan Allah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam hidup manusia.

Allah lah yang sebenarnya menggaji kita dan majikan kita, memberi makan semua agar bisa tetap hidup, bukan manusia yang menjadi majikan kita. Kita telah salah menempatkan Allah dalam kehidupan. Sehingga wajar jika allah selalu memberi kesukaran/kesulitan selama kita belum merubahnya, yakni menjadikan diri ini tunduk dan patuh hanya kepada NYA.

3. Karena lemahnya keyakinan pada Allah SWT terhadap Qodo’ dan Qodar – NYA.

Apa yang terjadi dalam hidup manusia sudah diatur semenjak manusia masih dalam alam rahim. Rejeki, jodoh dan kematian seseorang telah ditetapkan Allah dan tersimpan dalam Lauhil mahfudz.

Terkadang kita sbg mahluk tidak yakin dengan janji allah bahkan lebih cenderung meyakini apa yang ada pada diri,yakni kemampuan yang sebenarnya terbatas, seperti tenaga dan ilmu. Padahal jelas-jelas semua itu hanya hal penunjang,bukan hal pokok yang harus menjadi sebuah sandaran.
Allah telah menjamin semua rizki makhluknya sebagai bentuk QODO” ketentuan” dan QODAR “kadar/ ketetapan” .

Firman Allah : ….Kholaqokum tsumma rojaqokum“ …..Menciptakanmu kemudian memberimu rejeki….(ar-rum:40)

“ Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah yang memberi Rizkinya….” (Qs Hud : 6 )

Ketetapan Allah telah pasti, semua bekal telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh Allah buat manusia dalam mengarungi samudra pengembaraannya di alam dunia, sampai menunggu akhir dari perjalanan hidupnya untuk melaporkan setiap detik dari waktu yang telah dilalui.
Sebenarnya apa yang terbesit di hati dalam hal tersebut semata-mata adalah bisikan syetan untuk menggelincirkan manusia dari rahmat allah.

Allah berfirman : “ Syaithon menjanjikan ( menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir) sedang Allah menjanjikan untuk mu ampunan dari padanya dan karunia. Dan Allah maha luas (karunianya) lagi maha mengetahui. Al-baqoroh : 268)

Jadi, kita harus yakin bahwa Allah menciptakan mahluknya kedunia dengan membawa rizki masing-masng. Sehingga sangat berbahaya jika seseorang menggantungkan diri kepada selain Allah,termasuk kepada sesama makhluk juga pada kemampuan diri dalam hal tenaga dan keilmuan.

Setiap individu akan memakan rezeki yang telah diperuntukan untuknya. Tidak akan pernah tertukar oleh bagian individu yang lain. Tugas kita sebagai manusia hanya sebatas berusaha dan berdo’a sedang hasilnya kita kembalikan/pasrahkan pada Allah SWT sebagai pemegang haq tunggal pemberi rezeki. Itulah yg di namakan “TAWAKKAL”

Dan sebagai manusia kita harus selalu introspeksi diri, sehingga penyebab kesulitan yang selalu menghadang kita bisa membuat hati tetap tenang dan segera kembali kepada-NYA jika ada kesalahan dalam prakteknya.

Firman Allah : “ Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan ) dirimu sendiri…” Qs An-nissa : 79
Wallohu’alam bishowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s