Kembali


Saat dalam kesendirian, hati resah tak tahu apa yang difikirkan
Rasa yang ada dalam hati tak jelas apa yang dirasa
Fikiran melayang kosong bagai menghadap bentangan kanvas tak bertoreh
Astaghfirullahal’ajieem,tersentak diriku dari lamunan
Terasa air mata membasahi wajah ini
Rupanya aku menitikan air mata,tapi tak tahu kenapa??

Jiwa ini terasa rapuh, kering kerontang bak tanah di tengah gurun
Tak lagi turun hujan membasahi retakan dan bongkahan kerasnya tanah
dan mengisi pori-pori  bumi…
Padahal aku berharap turunnya hujan…

Banyak pohon tampak layu dan daunnya menguning berguguran
bunga yang seharusnya mekar ikut berguguran
Kesedihan dirasa sang petani, karna apa yang diharapkan
tak lagi bisa di nikmati,,

Ya Malik,,maafkan hambamu yang meninggalkan ladang pemberian-MU
pergi mencari kehidupan ditengah hirukpikuk kota
tak pernah lagi ku pegang  golok,cangkul dan parang pemberian ayah
untuk membersihkan ladang dari rumput liar

Robbi,,,masihkah kesempatan itu ada??
untuk menanam kembali pohon rindang tempat berteduh kafilah yang berlalu,
tempat bertegger sang burung menyambut pagi??

Satu pemikiran pada “Kembali

  1. assalamu’alaikum… puisinya bagus ka… aku suka… pokoknya jempol deh… artikel yang lain juga aku suka… tetep semangat nulis tentang islam ya ka… *maklum aku masih pemula ehehehe…
    wassalamu’alaikum… ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s