Memusuhi Syetan


    Bagi seorang mukmin, berkewajiban mencintai para ulama serta orang-orang shaleh, berkumpul bersama mereka dalam majlis dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dialami serta menimpanya. Kemudian memperoleh nasehatnya dan mengambilnya, menjauhi perbuatan buruk dan menganggap syetan sebagai musuh. Sebagaimana firman Allah SWT : “ sesungguhnya syetan adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuhmu “. ( QS – 35 : 6).

Lalu kenapa syetan menjadi musuh nomor satu ?, karena  syetan selalu memalingkan manusia dari taat kepada Allah SWT. Syetan akan terus menggoda dan berusaha menggelincirkan manusia dengan cara yang sangat banyak serta beragam, mulai cara kasar (seperti timbulnya sifat amarah pada seseorang ) sampai yang paling halus, yakni sifat ujub yang bersemayam dalam hati dan terselip dalam niat terhadap suatu pekerjaan.

Abdullah bi mas’ud RA berkata : “ Rosullullah SAW memberikan garis pada kita sambil beliau bersabda : “ Ini garis kearah Allah, lalu beliau membuat garis lagi disebelah kanan dan kiri, lalu beliau bersabda : Didalam garis ini ada beberapa jalan, dimana setiap jalannya ada syetan yang selalu mengajak kesana…..” Kemudian Beliau membaca ayat :

 “ Waanna haadjaa shiroothii mustaqiiman fattabi’uuhu walaa tattabi’ussubula fatafarroqo bikum ‘an sabiilihi “ ( Qs Al an-am : 153 ).

Artinya : Sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah jalanku ini dan janganlah kamu mengikuti jalan yang lain agar kamu tidak bercerai berai dari jalan- NYA…”

Hati Ibarat sebuah benteng dan syetan adalah musuh yang berusaha  menerobos masuk untuk memiliki dan menguasainya. Dan tidak ada yang mampu menjaga benteng kecuali menjaga pintu-pintu dan semua celah tempat masuk kedalam benteng.

Menjaga hati dari gangguan syetan hukumnya wajib ‘ain bagi setiap mukalaf. Semua yang diwajibkan tidak akan berhasil kecuali berusaha untuk mencapainya. Begitu juga halnya, seorang manusia tidak akan mampu mengusir syetan kecuali mengetahui tempat masuknya. Hal ini menjadi kewajiban untuk mengetahuinya.

Imam al-ghozali merinci jalan masuknya syetan itu sebagai berikut :

– Jalan masuk melalui marah dan kesenangan nafsu , karena marah akan merusak akal dan syetan akan menerobos melalui akal yang lemah. Seringkali orang yang marah akan dipermainkan oleh syetan selayaknya anak kecil memainkan bola.

– Jalan dengki dan rakus, ketika orang terjangkiti sifat ini pasti akan membuatnya buta dan tuli, saat itulah syetan menemukan celah untuk masuk dan menunjukan sisi kebajikan pada hal-hal yang membuatnya berhasil dalam mencapai kesenangan hidup, padahal hal tersebut jelas-jelas munkar.

  Seperti riwayat ketika nabi nuh menaiki kapalnya, ia memasukan setiap jenis binatang secara berpasangan, sebagaimana diperintahkan oleh Allah. Tiba-tiba nabi nuh melihat seorang kake yang tidak dikenalnya, lalu nabi nuh bertanya : ‘ Kenapa anda masuk kemari ?”, ia menjawab : Aku masuk untuk mengoda hati teman-temanmu agar hati mereka bersamaku dan tubuhnya dengan kamu “. Nabi nuh berkata “ keluarlah engkau dari kapalku wahai musuh Allah !kamu adalah yang dilaknat! “.

Lalu iblis menjawab “ Ada lima cara dimana aku mampu membinasakan manusia, dan akuberitahukan dua saja”.  Saat itu Allah SWT mewahyukan pada nabi nuh as “ sesungguhnya kamu tidak membutuhkan yang ketiga, maka dia akan cerita padamu yang dua saja”. “apa dua macam itu ?” kata nabi nuh.

“iblis pun berkata “ Dua hal ini tidak akan meleset untuk menjerumuskan manusia, yakni rakus dan dengki. Hanya karena dengki aku menjadi mahluk terlaknat dan terkutuk, dan mengenai rakus :sungguh, semua yang disurga diperuntukan bagi adam , kecuali buah khuldi dan aku mampu menyeret adam as untuk memakannya karena sifat rakus”.

– Jalan karena kenyang, meski kenyang dari makanan yang halal. Karena kenyang akan menimbulkan nafsu, sedangkan nafsu adalah pedangnya syetan. Sebab kenyang akan membuat malas / berat untuk beribadah ( shalat dab zikir).

– Mencintai kemewahan , seperti rumah tinggal, perabot, pakaian, kendaraan , uang berlimpah dll. Sesungguhnya syetan bila mengarahkan penglihatannya pada suatu hal, maka haltersebut bisa menjadi kebiasaan bagi manusia. Sebab pandangan itu bisa bertelur dan menetas, lalu syetan tak henti-hentinya mengajak manusia membangun rumah, menghias atap, tembok pagar atau memperluas bangunan.

  Manusia akan diajak hidup bermewah-mewah. Jika syetan berhasil pada hal tersebut maka syetan tidak butuh mengarahkannya untuk yang kedua kali, karena dengan sendirinya manusia akan terus terpengaruh dengan yang demikian sampai datangnya ajal, kecuali cepat menyadari dan bertaubat.

– Berharap kepada manusia.

– Tergesa-gesa dan menunda-nunda dalam menyelesaikan suatu perkara. Rosullullah Muhammad SAW bersabda : “ Tetgesa-gesa merupakan sifatnya syetan, dan tenang merupakan sikap dari Allah “.

– Bakhil dan takut miskin, terutama untuk berinfak. Karena keinginannya hanya menumpuk numpuk harta. Firman Allah : “ Syetan menjanjikan kamu dengan kemiskinan9 bila kamu bersedekah) dan memerintah kamu berbuat yang jahat..” (QS al-baqoroh ; 268 )

– Fanatik terhadap mazhab, mengutamakan kesenangan pribadi, dendam terhadap lawan dan meremehkan lawan.

 – Buruk sangka kepada sesame muslim.

  Sesuatu tidak akan bisa dikalahkan kecuali denga berusaha untuk melawannya. Dan untuk melawan segala bentuk bujuk rayu syetan adalah denagn selalu ingat (zikir)  kepada allah swt. Sebab semua perkara diatas berawal dari lupanya manusia pada Allah swt, sebagaimana firmanyNYA : “ syetan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah” ( Qs Al-Mujadalah : 19).

  Dari Annas ra, beraabda rosullullah SAW : “ Sesungguhnya Syetan menyusupkan belalainya kedalam hati anak cucu Adam, ketika dia dZikir ( ingat ) kepada allah, syetan akan mundur dan ketika lupa kepada allah syetan akan menggigit dengan mulut hatinya “.

  Rosullullah Muhammad Saw bersabda “ Sesunguhnya syetan berjalan pada anak cucu adam mengikuti peredaran darah. Maka persempitlah jalannya dengan lapar “.

  Firman allah SWT : ” Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari syetan mereka akan ingat kepada allah, maka seketika itu mereka melihat kesalahan-kesalahannya”.

Wallahu’alam bishawab <<>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s