Kekuatan Maaf Rasulullah SAW Melunturkan Niat Jahat Musuhnya


Tiada manusia yang paling sabar dalam menghadapi situasi dan kondisi, selain Rosulullah Muhammad SAW. Bahkan sikapnya yang sangat pemaaf mencerminkan sikap seorang muslim sejati yang patut di contoh oleh umatnya. Suatu hari seseorang dari kabilah Al Yamamah yang bernama tsumamah bin itsal bergegas mendatangi Nabi Muhammad SAW di Madinah. Rupanya dia ingin menumpahkan kebenciannya kepada Rosullullah SAW dan ingin membunuhnya. Dengan berbekal persenjataan lengkap dan nafsu membara dia mendatangi majlis Rosulullah untuk menjalankan misinya itu. Tapi saat itu sahabat umar  telah melihat gelagat tidak baik atas kedatangan tsumamah, dan langsung menghadangnya. Kemudian Umar bertanya “Apa tujuanmu datang ke sini, bukankah engkau seorang musrik ?”. Dengan tegasnya tsumamah menjawab “ aku ingin membunuh Muhammad !!“

Mendengar itu Umar langsung menangkap Tsumamah, karna tak dapat mengalahkan kekuatan umar maka tsumaah berhasil di tangkap dan di lucuti senjatanya . Kemudian di ikatnya di tiang masjid dan segera umar melaporkannya pada Rosullullah.

Rosullullah segera menghampiri orang yang bermaksud membunuhnya, dan dengan lembutnya memandang wajah Tsumamah sambil berkata pada para sahabat “Apakah diantara kalian sudah ada yang memberinya makan ? “

Mendengar itu para sahabat bingung seolah tidak percaya, sambil keheranan Umar yang sedari tadi menunggu perintah untuk membalas perbuatan Tsumamah bertanya “ Wahai Rosulullah, makanan apa yang anda maksud ? Orang ini bermaksud membunuh tuan, bukan karna ingin masuk islam”. Tanpa menghiraukan pertanyaan itu Rosullullah Muhammad SAW malah kembali menyuruhnya , “Tolong ambilkan segelas susu di rumahku dan bukalah ikatan orang ini “. Umar pun mematuhi meski masih heran dengan semua itu.

Kemudian Rosullullah meminumkan susu itu ke tsumamah, setelah itu beliau dengan sopan dan lembutnya berkata, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-LLah”, dengan ketusnya tsumamah menjawab “ Aku tidak akan mengucapkannya!”, kemudian Rosulullah Muhammad kembali berkata “ Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rosul Allah “ Namun tetap saja tsumamah menolak untuk mengatakannya.

Melihat semua itu para sahabat geram, tapi Rosullullah Muhammad SAW malah menyuruh tsumamah di bebaskan dan membiarkanya pergi. Mendapat kesempatan itu Tsumamah bangkit dan pergi meninggalkan orang banyak yang mengerumuninya. Tapi tak berselang lama, setelah dia lihat orang satu persatu mulai pergi dia kembali mendatangi Nabi Muhammad SAW ke dalam  masjid dan  kali ini wajahnya tampak ramah berseri-seri, sambil berkata “ Ya Rosullullah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad Rosul Allah “.
Mendengar itu Rosulullah tersenyum dan berkata “ Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku perintahkan tadi ?”, Tsumamah menjawab “Aku tidak mau mengucapkannya ketika aku belum kau bebaskan, karna khawatir ada yg mengganggap keislamanku karena takut kepadamu. Tapi setelah kau bebaskan aku masuk islam karena semata-mata mengharapkan Ridho Allah “.
Setelah peristiwa itu, di suatu kesempatan Tsumamah bin Itsal berkata, “Dulu ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci selain Muhammad. Tetapi kini, sejak  meninggalkan kota itu, tiada seorangpun di muka bumi yang paling aku cintai selain Muhammad SAW “.<>

3 pemikiran pada “Kekuatan Maaf Rasulullah SAW Melunturkan Niat Jahat Musuhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s