sikap dalam pergaulan hidup


Akhlak Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah Al-Qur’an sebagaimana riwayatkan oleh Aisyah RA, ketika ditanya akhlak Nabi SAW, beliau radhiyallâhu’anha menjawab:

hadits

“Akhlak beliau (Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam) adalah Al-Qur’an”

Kemudian Aisyah radhiyallâhu’anha membacakan ayat.

(QS al Qalam/68: 4)

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”
(QS al-Qalam/68 : 4)

Kata “khuluqin ‘azhim” (budi pekerti yang agung) dalam ayat ini, mencakup seluruh akhlak terhadap semua makhluk, rahmat (rasa kasih sayang) merupakan akhlak yang paling tinggi, motivator serta motor penggerak utama akhlak-akhlak mulia lainnya.

Dalam pergaulan sehari-hari allah telah mensyariatkan dan menjelaskan dalam al-qur’an bahwa teman bisa mempengaruhi perilaku dan pemikiran.Oleh karena itu Allah memberikan batasan-batasan kepada kaum muslimin jangan sampai terjerumus kepada kekafiran atau kemunafikan gara-gara bergaul dengan orang kafir atau munafik.Didalam ayat Qur’an Allah menerangkan,bahwa orang muslim dilarang keras bergaul dengan orang kafir.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”

هَا أَنتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا ۖ وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”

Dimasa rosulullah SAW ada seorang qurais yang pernah masuk islam bernama Uqbah bin Abi Muaits,gara-gara dia bergaul dengan orang kafir Quraisy maka dia kembali menjadi murtad,inilah yang menjadi asbabunnuzul Qs al-furqan ayat27-29.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya , seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” ( al-furqan ayat27).

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku)”.( al-furqan ayat28).

لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا

“Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” ( al-furqan ayat29).Lalu sikap rosul sehari-hari dalam bergaul terhadap mereka adalah melarang keras,sebagaimana ketika rosul melarang kaumnya untuk bergaul dengan seorang abdullah bin ubay, tokoh munafik saat itu.karena dianggap berbahaya bagi umat muslim.sebagaimana tertulis dalam al-qur’an:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.”(Al-mujadalah22 :14).

Ada dua sikap yang dicontohkan RosulullahSAW ,sisi AQidah/Akhlaq kpd Allah(habluminallah)harus bersikap sebagaimana QS109:1-6 :
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir(109;1)
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُون
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.(109;2)

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُد
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.(109:3)

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.(109:4)

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.(109:5)

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.(109:6)
dan ayat ayat diatas mengingatkan manusia agar lebih berhati hati dalam menggauli mereka(orang kafir dan munafik ) agar tidak terseret pada bujuk rayu mereka sehingga tergelincir aqidahnya.
Sedangkan Ahlaq kepada manusianya(habluminannas) terhadap mereka, ketika dalam kondisi perang atau kondisi damai digambarka dalam beberapa hadist tentangnya.

Hadist Pertama :  Rasûlullâh SAW bersabda:
“ …. Sesungguhnya para utusan (duta) itu tidak boleh dibunuh”(Hadits Riwayat Abu Dawud)
Maksudnya adalah, para utusan yang dikirim oleh orang-orang kafir sebagai duta dan penghubung antara kaum muslimin dengan kaum kafir.Keadilan dan kasih sayang Islam tidak memperbolehkan untuk membunuh dan menyakiti mereka. Karena, dalam Islam terdapat ajaran (agar menjaga dan mentaati) perjanjian dan ikatan janji.Ini merupakan gambaran cara bergaul tingkat tinggi dari kaum muslimin, atau dari agama Islam, atau dari Nabi umat Islam kepada orang-orang kafir (non Islam).(dalam kondisi peperangan)

Hadits Kedua:segabaimana Nabi SAW berkata kepada Mua’dz bin Jabal radhiyallâhu’anhu.Beliau bersabda:
“Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”(Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Darimi)
Dalam hadits ini, Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak mengatakan “Pergaulilah kaum muslimin, atau orang-orang yang shalih, atau orang-orang yang mengerjakan shalat”, akan tetapi beliau mengatakan “dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”.Maksudnya adalah semua manusia, yang kafir, yang muslim, yang mushlih (yang melakukan perbaikan), yang fâjir (jahat) dan yang shalih, sebagai bentuk keluasan rahmat dan kelengkapannya dengan akhlak din (agama).

Hadits Ketiga, yaitu hadits tentang seorang Yahudi, tetangga Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam yang sering menyakiti beliau shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Suatu ketika, Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa orang yang selalu menyakitinya ini memiliki seorang anak yang sedang sekarat. Maka Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam datang berkunjung ke rumahnya dan mengajaknya menuju jalan Rabb-nya, dengan harapan semoga Allâh memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaan orang ini.Beliau membalas keburukan dengan kebaikan, meskipun terhadap orang kafir. Rasûlullâh SAW bersabda kepada si anak, sementara bapaknya juga ada bersama mereka.“Wahai bocah, katakanlah lâ ilâha illallâh,itu akan menyelamatkanmu dari api neraka”
Mendengar seruan ini, si anak memandang ke arah bapaknya dan memperhatikannya. Rasûlullâh mengulangi lagi.
“Wahai bocah, katakanlah lâ ilâha illallâh”Si anak memandang ke arah bapaknya lagi.

Kejadian yang sama juga terjadi antara Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan pamannya, Abu Thalib, yang senantiasa membantu dan menolong Islam, kaum muslimin serta Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam, akan tetapi, dia tidak masuk Islam. Rasûlullâh bersabda kepadanya.“Wahai paman, katakanlah lâ ilâha illallâh”.Mendengar seruan ini, Abu Thalib memandang para pembesar Quraisy. Lalu mereka mengatakan.
“Apakah kamu benci terhadap agama nenek moyangmu”(Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari).Akhirnya AbuThalib meninggal dalam kekafiran.

Sedangkan orang Yahudi (dalam cerita diatas) yang mendengar Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mengajak anaknya agar masuk Islam, Allâh Ta’ala menceritakan kondisi mereka.
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ ۘ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti merek mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).”(QS al An’am6 : 20)
Bagaimana jawaban dan responnya ? Orang Yahudi itu mengatakan:
“Wahai anakku, taatlah kepada Abul Qasim (Muhammad)!”.Maka si anak, mengucapkan syahadatain Sebelum menghembuskan napas terakhir.Mendapat respon positif ini, Rasûlullâh SAW bersabda:“Segala puji bagi Allâh yang telah menyelamatkannya dari neraka dengan sebabku”(Hadits Riwayat Bukhari, 1356, Ahmad, Abu Dawud).

Inilah akhlak Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam yang mulia, adab beliau yang luhur terhadap orang-orang non muslim, ketika kondisi perang dan dalam keadaan damai. Kita memohon kepada Allâh Ta’ala agar menjadikan akhlak kita sama seperti akhlak beliau dan semoga Allâh menjadikan Rasûlullâh Muhammad sebagai panutan terbaik kita.

Allâh Ta’ala berfirman.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”(QS al Ahzaab/33 : 21).
Wallahu’alam bishawaab.

Satu pemikiran pada “sikap dalam pergaulan hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s