JAHILIYAH MODERN


Salah satu hikmah diturunkanya nabi dan rosul adalah meluruska kembali apa yang menjadi sebuah kesalahan dari suatu masyarakat,dalam hal ini adalah masalah Aqidah(keimanan pada Allah Swt).
Suatu keadaan dimana masyarakat tersebut kembali mengingkari apa yang menjadi keyakinannya(syariat) dan menjadikan tandingan tandingan Allah swt sebagai sekutunya, sedangkan sifat para tokoh dan pelaku lainya dari waktu ke waktu tetap ada cuma permasalahannya wujud fisik nya tidaklah sama.
Dan tulisan ini sedikit mengajak untuk menelaah apakah zaman kita sekarang ini masuk dalam kategori zaman jahiliyah atau bukan,yang bersumber dari beberapa tulisan orang orang yang peduli terhadap islam dan berusaha mengembalikan kejayaan umat islam sebagai ” Khoiruummat ” /umat yang terbaik,yang diberikan oleh Allah.
Mengenai bahasan Jahiliyah ini,ada satu firman allah SWT:
“Apakah mereka menghendaki hukum jahiliyah? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum ALlah, bagi orang-orang yang yakin”. (Al-Maidah:50)
Ada yang menarik dari ayat singkat di atas, berkenaan dengan ma’na jahiliyyah. Ternyata Al-Qur’an tidak mendefinisikan kata “jahiliyah” sebagai “kebodohan”, “keterbelakangan” yang merupakan lawan-kata dari “berilmu pengetahuan”, “civilized” atau “kemajuan material”,melainkan mendefinisikannya sebagai suatu keadaan yang menolak hidayah Ilahi dan menolak hukum ALlah”. Jadi sikap “jahiliyah” merupakan lawan dari sikap bersedia menerima hidayah
Ilahi; kebalikan dari keikhlasan menerima hukum dan aturan yang datang dari ALlah.
Dengan kata lain, kejahiliyahan identik dengan hawa nafsu. Manusia yang hidup mengikuti dorongan hawa nafsu semata dan tidak mau mematuhi apa yang ditentukan ALlah, mereka itulah manusia yang berada dalam kejahiliyahan. Tak perduli bila dan dimana ia berada, satu-satunya yang membuat seseorang menjadi manusia jahiliyah adalah penolakan mereka terhadap hidayah Ilahi. Dengan demikian, bukan hanya orang-orang Arab pra-Islam saja yang berada
dalam suasana kejahiliyahan, melainkan juga setiap masyarakat yang hidupnya menyimpang dari tuntunan hidayah dan menuruti hawa nafsu saja. Sama halnya dengan keimanan, kejahiliyahan memiliki sejarah yang sangat tua di muka bumi ini. Keduanya berpangkal pada tabiat manusia yakni cenderung kepada kesesatan atau hidayah (91:8). Baik hidayah maupun jahiliyah, memperlihatkan bentuk dan coraknya masing-masing,seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik,budaya,

ilmu pengetahuan …Dari jaman doeloe hingga kini, pertentangan antara keduanya selalu terjadi. Di abad ini, yang sering disebut sebagai abad modern, maka kejahiliyahan pun muncul dengan segala ke-modern-annya.

Menurut Muhammad Quthb dalam bukunya “Jahiliyatul Qarnil ‘Isyrin (Jahiliyah Abad 20), jahiliyah modern merupakan ringka san dari segala bentuk kejahiliyahan masa silam dengan tambahan asesori di sana-sini sesuai dengan perkembangan jaman. Sikap jahiliyahan modern yang tidak timbul secara mendadak melainkan telah melalui kurun waktu panjang. Secara spesifik beliau menjelaskan tentang Jahiliyah sebagaisuatu kehidupan tanpa hidayah allah,saat petunjuk allah dan rosulnya hanya dijadikan sebagai salah satu pertimbangan atau malah di campakan seluruhnya dari aspek kehidupan.Bahkan kejahiliyahan tidak hanya terdapat dalam bentuk teori saja,akan tetapi terdapat juga dalam suatu kelompok dinamis yang semacam itu(kelompok yg mengutamakan teori). Karenanya setiap usaha yg mencoba menghapuskan kejahiliyahan,lalu mengembalikannya pada hukum Allah, tidak bisa dan tidak akan ada artinya,jika hanya berteori semata.Bila demikian,maka tidak akan seimbang dengan kejahiliyahan yang dihadapi,jika tidak benar  benar berusaha untuk merubahnya dan menghilangkan keberadaanya.  karena kejahiliyahan terdapat dalam kelompok yang dinamis.
– Menurut IBNU taimiyah,Jahiliyah terbagi menjadi 3 :
1.Jahiliyah Khossoh : Dimana suatu bangsa sepakat menolak aturan allah dari seluruh undang-undangnya.
2.Jahiliyah Muthlaq : Kejahiliyahan yg terjadi dimana individu individu yang ada menolak untuk menjadikan islam sebagai aturan hidupnya.
3.Jahiliyah terbatas : Suatu keadaan dimana seorang muslim masih menyimpan benih kejahiliyahan di dalam dirinya,baik konsepsi(pemikiran) atau dalam perilaku.
Semua hal ini penyebabnya adalah “kebodohan”(Jahalah),yang terbagi lagi atas beberapa permasalahan:
1. Kebodohan dalam masalah tanggung jawab.
karena manusia tidak bersikap amanah pada allah,sebagai seorang hamba dan pemakmur bumi.
2. Kebodohan dalam masalah Aqidah.
penyebabnya adalah karena manusia tidak lagi berideologi pada apa yg allah berikan (islam),lebih memilih ideologi buatan manusia yang lebih condong pada kesesatan,baik Animisme maupun Dinamisme(adat istiadat).
3. Kebodohan dalam masalah Akhlaq.
penyebabnya adalah tidak terikatnya identitas diri serta perilaku seseorang dengan nilai-nilai islam.Hal inipun disebabkan oleh:
– Rekayasa musuh islam.
– Tradisi dalam masyarakat itu sendiri.
– Kejahiliyahan yang sudah mengakar kuat.
4. Kebodohan dalam pemikiran.
Biasanya ini disebabkan dan dipengaruhi oleh pola fikir dan pemahaman yang menyimpang,karena:
– Keterbatasan Informasi.
– Pemutar balikan Fakta yang berkaitan dengan islam oleh musuh-musuh islam,biasanya melalui media,baik cetak maupun elektronik.
5. Kebodohan dalam Loyalitas.
Kebodohan ini disebabkan oleh:
– Kurangnya memahami Aqidah islam,terlebih apa yg dapat membatalkan dan menyebabkan keluarnya aqidah islam dari dirinya.
– Menjadikan Alqur’an dan hadist hanya sebatas bacaan yg didengar dan di telaah saja,tanpa adanya amal dan perbuatan nyata.
– Tidak peduli terhadap permasalahan umat islam.
6. kebodohan dalam Da’wah.
Biasanya terjadi karena kurangnya memahami arti da’wah itu sendiri sertakurangnya memahami arti harokah islamiyah.sehingga da’wah yang dilakukan mandul dalam menghadapi kesesatan,kekufuran,dan upaya-upaya De-Islamisasi.
Malapetaka, lebih banyak terjadi akibat kejahiliyahan modern
ini, karena kejahiliyahan ini mempunyai banyak “wajah”, mempunyai
banyak kekuatan dan menciptakan kemudahan material bagi manusia.
Dengan kekuatan tersebut terkadang “kejahiliyahan” tak tampak
lagi sebagai sesuatu yang bathil … akibatnya jahiliyah modern
ini jauh lebih berbahaya dibanding jahiliyah masa silam.
Lalu bagaimana mengubah kejahiliyahan agar hilang,baik dalam suatu peradaban atau pun dalam pribadi manusia khususnya pribadi yg mengaku muslim.
Dari uraian -uraian diatas dapat di tarik kesimpulan,untuk merubahnya dengan jalan:
– Memahami Dienul islam secara benar,dengan jalan meluangkan wktu utk belajar ttg islam,
– Menumbuhkan tanggung jawab yg tinggi terhadap perintah allah dan rosul,dengan jalan mentarbiyah diri.
– Memperoleh dan menggali Informasi islam dengan benar.
– Dekat dengan Alqur”an dan mencontoh sikap serta perilaku rosululloh MUHAMMAD SAW dalam mempraktekan nya.
– Bagi para mujahid da’wah,harus mampu berbuat dari dalam diri sendiri serta menjadikan da’wah sebagai keseharian dalam hidup.

Maka dengan demikian diharapkan terbentuklah kesadaran umat yang berujung kepada perubahan baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai umat yang terbebas dari kejahiliyahan,manjadi umat yang terbaik “Khoiru ummat” (umat terbaik).
________/////__________ Wallahua’lam bishawab_______/////________

Rujukan:
1. Al Quran & Terjamahnya (Depag RI)
2. Quthb, M., “Jahiliyatul Qarnil ‘Isyrin”
3. Sabili.

Satu pemikiran pada “JAHILIYAH MODERN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s