Ketika Kemelut Itu Terjadi (bag. 1)


Bismillahirrohmaanirrohiim….

***KETIKA KEMELUT ITU TERJADI (-bag 1)**
Allah Swt. berfirman:“Apabila kamu khawatir kesulitan di antara keduanya, maka utuslah seorang hakim dari keluarganya apabila keduanya menghendaki perdamaian & kebaikan, maka Allah akan mndamaikan di antara keduanya.Sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Maha Mengetahui.”beragam,sbg bukti adanya perbedaan2 sifat & karakter suami istri,yang mgkn pd awalnya permslhn itu kecil namun dgn sebab egoisme yg dikedepankan maka tdk terselesaikan , Perbedaan itu akhirnya bisa benar-benar menjadi konflik terbuka bahkan berujung pada perceraian.

Jk ini terjadi, suami istri perlu menghadapinya dengan sikap yang tepat. Ada brp hal yang perlu kita perhatikan ,namun hny 6 hal yg akan ana tuangkan melalui tulisan ini,yaitu :

1. Ingat tujuan kita berumah tangga
semua org yg menikah pasti mmpnyai tujuan utk melaksanakan perintah allah & mengikuti sunah Rosulullah SAW..yg dgn nya berhrp akan mdpt kehidupan rmh tgga yg “sakinah mawadatan warahmah”. “ di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan utkmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya km cenderung & merasa tenteram kepadanya,& dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30]: 21).

Bhkan islam memberikan acuan dlm memilih calon pasangan hidup agr tujuan itu tercapai,sbgmana yg tertuang dlm firman Allah :
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji & laki-laki yang keji adalah buat anita-wanita yang keji (pula), & wanita-wanita yang baik alah untuk laki-laki yang baik & laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(An-Nur 26)
Hadist rasulullohSAW :
“Jgn kamu menikahi wanita karena kecantikannya,mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jgn kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin
saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akantetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sbb,seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk
wajahnya adl lebih utama” (HR. Ibnu Majah).
Dgn mengingat ini diharapkan agar kdua fihak slg menyadari ,mgkn ada kkelruan dlm melaksanakan acuan tsb.dan kembali meluruskan niat berumahtnggnya.dan saling mnerima sgl kekurangn dan kelebihan pasangannya.

2. Sabar
Saat konflik merebak, maka yang dbthkn adlh kesabaran.Kesabaran meliputi kerelaan menerima, ketahanan menghadapi &kemampuan menahan diri dr melakukan sesuatu yang mampu ia lakukan,tetapi jika dikerjakan tidak banyak mendatangkan kemaslahatan.
.Jika kt bersabar dr kezaliman org lain, bkn berarti kt tidak mampu mlkkn pembalasan. Tetapi kt tdk mau melakukannya dsbb kan kt masih menunggu kalau-kalau ia akn mjd baik dan dpt menjadi saudara dalam naungan Islam. Jika kt bersabar dalam menasehati seseorang yang keras kepala, bukan berarti kt tdk bisa membentak & berkata dengan sangat keras kepadanya. Akan ttp kt mengharap ridha dr Allah dgn meneladani perintah Allah kepada Musa A.S ktk mengingatkan Fir’aun.Sabar tidak sama dengan ketidakberdayaan–sebagaimana dipahami olh sebagian orang. Sabar juga bukan kejumudan, sehingga kita hanya terdiam tdk melakukan apa2. Ttp sabar lbh condong kpd kemampuan mengendalikan diri utk tdk mengambil tindakan sebelum tpt saatnya.Ttp sabar lbh cenderung kpd usaha utk menjaga kejernihan pikiran & kebersihan hati sehingga tdk mengambil tindakan secara tergesa-gesa.*** >>>>>(Bag.2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s