TANDA – TANDA HARI KIAMAT

      Dari Ibnu Umar ra,bahwa umar r.a pernah menulis surat pada sa’ad bin abi waqash yang bertugas di Qadisiyah, yang isinya :” Perintahkan kepada Nadhlah bin Muawiyah supaya membawa pasukannya ke Hulwan”. Saad lalu memerintahkan Nadhlah untuk membawa 300 tentara berkuda pergi ke Hulwan.

       Selesainya membawa kemenangan bagi kaum muslim pada saat itu, Nadhlah sempat bertemu dengan Zarnab bin bar’ala saat hendak sholat, yaitu orang yang dipercaya oleh Nabi Isa bin Maryam  dan di do;akan oleh Nabi Isa AS agar panjang umur sampai beliau diturunkan kembali oleh Allah swt kebumi.  Selama itu beliau berdiam diri di sebuah gunung.

        Kemudian tejadilah dialog antara mereka. Zarnab berkata : ” Sampaikan salamku untuk Umar dan katakanlah kepadanya, “Wahai Umar, bekerja keraslah, karena sesungguhnya hari kiamat telah dekat”. juga beritahukan kepadanya beberapa hal yang jika terjadi pada umat nabi muhammad saw, maka larilah dan hindarilah. Hal – hal yang dimaksud adalah, apabila laki-laki suka bergaul dengan laki-laki, perempuan suka bergaul dengan perempuan, orang-orang yang bernasab kepada yang bukan leluhurnya, yang tua tidak sayang kepada yang muda dan yang muda tidak menghormati yang tua, mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, orang-orang yang pandai hanya belajar untuk mendapatkan kekayaan, hujan turun di musim kemarau, anak menjengkelkan orang tua, banyak orang yang kurang ajar dan sedikit orang yang berbudi, mereka berlomba-lomba membangun rumah, mengikuti hawa nafsu, menjual agama dengan dunia, mengganggap ringan masalah pertumpahan darah, suka memutuskan tali silaturahmi, menghias mushaf dan memperindah masjid, suap menyuap tersebar di mana-mana, makan riba, orang yang kaya dipuji-puji, dan perempuan naik kendaraan sendiri ” .

( Diambil dari kitab tanbihul ghofilin )

Lalu lebih jauh tentang tanda – tanda hari kiamat menurut Rosullullah muhammad SAW dari hadist-hadistnya, diantaranya sebagai berikut :

Al-Ala’ meriwayatkan dari Abu hurairah ra, dari nabi muhammad saw,beliau bersabda :” Cepat-cepatlah beramal sebelum muncul enam hal, yaitu, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap, daabbah, mati secara pribadi dan hari kiamat “.

       Suatu ketika ada orang datang dan bertanya pada Rosulullah Muhammad SAW, “Ya rosulullah, kapankah hari kiamat itu tiba ?, Beliau menjawab ” Orang yang ditanya tentang hari kiamat itu tidak lebih tahu dari yang bertanya, akan tetapi ada tanda-tanda bagi hari kiamat(yaitu):pasar-pasar berdekatan (sehingga sepi ), ada hujan tetai tidak ada tumbuh-tumbuhan, riba tersebar luas, anak-anak hasil zina bertebaran, orang kaya dipuja-puja, suara orang-orang fasik menguasai mesjid, dan orang yang salah mengalahkan orang yang benar”, ia bertanya, “ya rosulullah, apa yang engkau perintahkan untuk kami ?”, Beliau bersabda “Larilah untuk menyelamatkan agamamu atau kamu seperti tikar yang tua dirumahmu “.

        Kemudin Abu laits as-samarkandhi menuturkan dari Umar bin muhammad, dari abu bakar al-wasithi, dari Ibrahim, dari Isa al-ashfahani dan ia merafa”kannya pada nabi muhammad SAw, dimana ketika beliau ditanya, Ya Rosulluloh, kapankah hari kiamat itu akan datang ? “, Beliau menjawab “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya, akan tetapi tanda-tanda hari kiamat itu ada sepuluh(yaitu) : Orang yang tidak jujur di dekati, orang yang jahat merajalela, orang yang adil lemah, shalat dijadikan bangga-banggaan, zakat dianggap sebagai pajak, amanat dianggap sebagai barang rampasan, orang-orang yang pandai membaca al-qur’an berlagak sombong, Dan sat itu anak-anak menjadi pemimpin, perempuan-perempuan menjadi penguasa, dan musyawarah ada di tangan budak-budak perempuan “.

Abu Hurairah Ra meriwayatkan dari nabi Muhammad saw, beliau bersabda :” Hari kiamat itu tidak akan datang sebelum matahari terbit dari barat, maka semua manusia akan beriman. Akan tetapi pada hari itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang sebelumnya tidak beriman atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya “.

(wallahu a’lam bishowab )

Jalan Keberkahan

Ibnu Zubair meriwayatkan dari jabir r.a , Rosulullah bersabda :

Wahai manusia, sesungguhnya diantara kamu tidak akan mati sehingga sempurna (habis) rezkinya. Maka janganlah kamu menganggap lambat pada rezeki itu, bertaqwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam mencari rizki. Ambilah yang halal bagimu dan tinggalkanlah apa yang telah Allah haramkan “

Salah seorang alim berkata “ Manusia dalam berusaha itu ada empat golongan :
1. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah dan dari usaha, maka ia adalah orang musyrik.
2. Orang yang menyadari bahwa rezki itu dari Allah dan dia merasa ragu- ragu apakah akan memperolehnya atau tidak, maka ia adalah orang munafik.
3. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah akan tetapi dia tidak mau menunaikan kewajibanya dan durhaka kepada Allah, maka dia adalah orang fasik.

4. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah dan dia melihat bahwa usaha itu hanya merupakan sebab, lalu ia menunaikan kewajibanya dan tidak durhaka kepada Allah dalam rangka usahanya itu, maka ia adalah mukmin yang ikhlas .

Diceritakan pula dalam kitab oleh Zaid bin arqam, bahwa khalifah Abu Bakar As-siddiq pernah disajikan makanan oleh pelayannya, dan tidak seperti biasanya ia memakannya tanpa bertanya terlebih dahulu. Lalu sang pelayan memberitahukan pada sang khalifah dari mana asal makanan tersebut, yang dia dapatkan dari upah kerjanya yang baru dibayarkan oleh seseorang pada saat dia masih jahiliyah. Mengetahui cerita itu khalifah langsung memuntahkanya kembali sampai habis apa yang ada di dalam perutnya. Melihat itu yang hadir berkata, :’ Karena sesuap saja engkau melakukan sedemikian itu “. Khalifah Abu Bakar berkata, bahwa Rosullulah bersabda :
Sesungguhnya Allah ta’ala mengharamkan surga bagi setiap jasad yang makan atau diberi makan dengan ( makanan ) yang haram”

Abu Laits As- samarqandi menerangkan bahwa orang yang ingin supaya usahanya baik, maka ia harus menjaga 5 hal ;

1. Tidak menunda-nunda kewajiban terhadap Allah sedikitpun karena urusan usaha dan tidak sedikitpun menguranginya.
2. Tidak mengganggu orang lain dalam berusaha.
3. Dengan usaha itu dia berniat untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya, tidak untuk memperbanyak dan menumpuk-numpuk harta.
4. Tidak memaksakan diri.
5. Tidak menganggap bahwa rezeki itu semata-mata hasil usaha, akan tetapi harus menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah Swt, dan usaha yang dijalankan itu hanyalah sebagai sebab.

Nabi bersabda :

Barang siapa berusaha untuk mendapatkan harta dengan cara haram, kemudian ia menyedekahkanya atau mempererat tali persaudaraan atau menginfakannya di jalan Allah, maka semuanya itu dikumpullkan dan dilemparkan kedalam neraka “.

Diriwayatkan dari Imran bin Al- Husain, bahwa ia berkata : “ Allah tidak akan menerima haji seseorang, umrahnya, jihadnya, sedekahnya, memerdekakan budak, atau menginfakannya dari harta yang diperolehyna karena riba, suap, menipu, mencopet atau mencuri “

Dari Ibnu Mas’ud berkata , Rosullulah bersabda :
Tidak ada seseorang yang mendapatkan harta lalu ia sedekahkan mendapatkan pahala karenanya, tidakpula ia membelanjakanya lalu ia mendapatkan barokah padanya dan tidak pula ia meninggalkannya di belakang hari ( sebagai harta warisan ) melainkan akan menjadi tambahan baginya untuk neraka. Dan sesungguhnya Allah SWT tidak akan menghapus yang jelek dengan sesuatu yang jelek, akan tetapi Allah akan menghapus yang jelek dengan sesuatu yang baik “.

Dalam kaitannya tentang usaha yang paling baik, Baginda rosullullah Muhammada Saw bersabda :

“ Usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang baik dan tidak ada keraggu raguan serta khianat di dalamnya “.

Disarikan dari kitab Tanbihul ghofilin karangan : Abu Laits As -samarqandi / Bab : `Hati – hati dalam usaha dan menghindari usaha-usaha yang haram.

Wallohu’alam bishowaab

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Dari Ibnu Umar ra,bahwa umar r.a pernah menulis surat pada sa’ad bin abi waqash yang bertugas di Qadisiyah, yang isinya :” Perintahkan kepada Nadhlah bin Muawiyah supaya membawa pasukannya ke Hulwan”. Saad lalu memerintahkan Nadhlah untuk membawa 300 tentara berkuda pergi ke Hulwan.

Selesainya membawa kemenangan bagi kaum muslim pada saat itu, Nadhlah sempat bertemu dengan Zarnab bin bar’ala saat hendak sholat, yaitu orang yang dipercaya oleh Nabi Isa bin Maryam  dan di do;akan oleh Nabi Isa AS agar panjang umur sampai beliau diturunkan kembali oleh Allah swt kebumi.  Selama itu beliau berdiam diri di sebuah gunung. Baca lebih lanjut

Sarana Ujian Manusia

Ujian dari Allah kepada hambanya akan datang melalui dua sarana, yaitu  sarana  yang berada dalam diri (nafsu) dan sarana ”
`dari luar  diri manusia .

Ujian yang datang dari dalam diri disesabkan oleh nafsu syahwat atau hayawaniya,yaitu nafsu ammarah bissu-I atau nafsu yang cenderung mengajak manusia untuk berbuat kejahatan. Baca lebih lanjut