Kewajiban Suami Terhadap Istri


Terkadang dalam kehidupan sehari hari,para suami suka merendahkan peran istri dalam rumah tangga. Padahal pada kenyataannya istri sangat berperan, bahkan boleh dibilang lebih banyak peran yang dimainkan seorang istri dibandingkan suami. Coba kita bayangkan, mulai dari tugas rutin seperti mengurus rumah, anak, melayani kebutuhan suami dan tak jarang tugas yang semestinya di jalankan seorang suami dalam mencari nafkah juga dikerjakan oleh istri.

Meski demikian, sekali lagi dalam kenyataannya peran yang demikian itu oleh sebagian suami kurang dihargai. Masih saja suami menuntut lebih, seolah tak mau tahu dengan kondisi fisik yang dialami sang istri karena lelahnya dalam menjalankan tugas rumahnya. Seperti misalnya ketika suami pulang larut malam , istri terlelap tidur sehingga tidak mendengar suami memintanya membuka pintu, lalu suami marah besar karena hal tersebut, atau saat pagi hari karena sibuk mengurusi keperluan anak sampai lupa membuatkan kopi atau sarapan untuk suami, sehingga tak jarang terjadilah kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) yang berujung pada perceraian dengan alasan karena tidak ada kecocokan. Adakalanya perlakuan kasar terhadap istri dengan alasan karena istri tidak patuh, tidak melayani suami dengan baik dll alasan yang di jadikan senjata oleh suami.

Padahal dalam islam penghargaan suami terhadap peran istri menjadi tolak ukur dalam hal keimanan seorang muslim,sebagaimana yang di sabdakan oleh rosullullah SAW dalam salah satu hadistnya,dari abul hasan al-fira, dari Muhammad bin ghalib al-baghdadi, dari al- hasan bin ali, dari al- Fadhl bin Sahl, dari ibnu atikah, dari anas bin malik RA , ia berkata : “ rosulullah SAW ditanya , Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya ?, Beliau bersabda, Yang paling baik akhlaknya kepada keluarganya,”. Lalu siapa contoh yang dapat ditiru dalam hal hubungan suami istri yang paling baik kalau bukan Rosullullah Muhammad SAW.

Dalam suatu riwayat dikisahkan, tatkala beliau pulang dan istrinya tidak membukakan pintu, beliau rela tidur diteras rumah, sampai pada pagi harinya saat membuka pintu sang istri kaget melihat baginda rosul tidur diluar tanpa alas. Apa yang dikatakan beliau pada sang istri, bukannya cacimaki tapi kata –kata maaf nan lemah lembutlah yang keluar dari bibirnya,bahwa dia tidak ingin mengganggu istirahat istrinya. Atau ketika bajunya sobek beliaupun rela menjahitnya sendiri tanpa minta di bantu istrinya. Bahkan panggilan kesayangan kerap keluar dari bibir beliau saat memanggil istri-istri nya. Subhanallah… Seorang sahabat, Umar RA pun mencontohkan kepada kita tentang bagaimana kita harus memperlakukan istri sebagai teman dan pendamping hidup.

Suatu ketika ada seorang yang ingin mengadukan perihal keadan istrinya. Saat sampai di rumah khalifah dia mendengar ummu kalsum sedang bertengkar dengannya. Orang itupun lalu berkata “ saya ingin mengadukan tentang kelancangan istriku kepadaku, akan tetapi karena mendengar hal serupa dalam rumah tanggamu, maka saya kembali”, Umar berkata “ Kita harus memaafkannya, karena ia mempunyai hak yang harus kita laksanakan . Pertama, Ia merupakan penghalang bagiku dari api neraka, dimana hatiku merasa tenteram dan jauh dari hal yang haram. Kedua, ia menjadi penjaga rumah ketika aku pergi dan ia pula yang menjaga hartaku, Ketiga, ia menjadi tukang cuci pakaiannku. Keempat, ia menjadi ibu bagi anak-anakku. Kelima, ia menjadi tukang masaka makanannku .” Lalu orang itu berkata “ istriku juga begitu, maka apa yang engkau maafkan atasnya saya juga memaafkannya.”

Lalu apa saja kewajiban suami terhadap istri ?, Abu laits As- samarkandi mengatakan, ada Lima hal hak istri yang harus ditunaikan oleh suami :

1. Suami tidak membiarkan istrinya keluar rumah tanpa ada hal penting, karena istri merupakan aurat dan keluarnya dihadapan orang banyak menyebabkan dosa dan merusak kesopanan.

2. Suami harus mengajarkan ilmu agama, terutama ilmu dalam beribadah yang wajib seperti cara beruwudhu, sholat, puasa dan lainya.

3. Memberikannya makanan yang halal, karena makanan yang haram akan menjadikan daging yang tumbuh karenanya menjadi bahan bakar api neraka. Memberikannya pun akan diganjar pahala oleh allah SWT, Rosullulah Muhammad SAW bersabda, “ Dinar itu ada empat macam, yakni yang kamu nafkahkan di jalan allah, dinar yang kamu berikan untuk orang miskin, dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, dan dinar yang kamu nafkahkan untuk keluiargamu. Yang paling banyak pahalanya adalah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu .”

4. Tidak boleh menganiaya nya, karena istri adalah amanat baginya. Dari Abu Hurairah RA, rosullullah SAW bersabda,“ Barang siapa mengawini seorang perempuan dengan mas kawin yang telah ditentukan, sedangkan ia berniat untuk tidak memenuhinya maka ia berbuat zina dan barangsiapa yang mempunyai hutang sedangkan ia berniat untuk tidak mengembalikannya maka ia adalah pencuri.” Dari abul Qasim asy-syananadzi dengan sanad dari Al-hasan al-bashri dari rosullullah SAW ,” Berpesan pesanlah yang baik dengan para istri karena sesungguhnya mereka tidak memiliki apa-apa atas diri mereka sendiri di sisimu, dan sesungguhnya kamu mengambil mereka dengan amanat allah dan kamu menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah SWT .”

5. Bila timbul perasaan yang tidak baik, hendaklah bersabar dan anggaplah sebagai peringatkan baginya, jangan sampai terjadi yang lebih berbahaya dari yang telah terjadi.” Yang paling penting dan harus selalu di ingat oleh para suami adalah bahwa mereka adalah pemimpin dalam rumah tangga, suatu saat apa yang dilakukan terhadap istri mereka di dunia kelak akan diminta pertanggung jawaban nya di hadapan Allah SWT.

Dari Al hakim abul-hasan as-sardiri, dari abu ahmad al-hawani, dari al-abbas bin Muhammad, dari yahya bin Muin, dari abu hafsin al-abar, dari hajadah, dari athiyah al-aufi, dari ibnu umar RA , Rosululah Muhammad SAW bersabda: “ masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam yang diikuti oleh orang banyak adalah pemimpin dan akan ditanya kepemimpinannya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas penghuni rumahnya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam harta tuannya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ingatlah masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya .” <>

About these ads

24 Komentar (+add yours?)

  1. Agus
    Des 23, 2012 @ 05:04:57

    Sebagai suami semoga kita bisa membina keluarga demi terwujudnya keluarga sakinah yang selamat dunia dan akhirat, terimakasih penjelasannya.

    Balas

    • abisyamsul
      Des 23, 2012 @ 08:17:13

      Agus@ amiin…sama-sama, semoga kita bisa tampil sebagai seorang suami yang Ideal yang dapat membawa keluarga kita menjadi sakinah – mawadah – warahmah.

      Balas

  2. abelia
    Feb 17, 2013 @ 10:18:25

    Bagaimana jika swami tidak mau mengajarkan istri”y karena swami lebih mementingkan pekerjaan”y hingga istri belajar Alqur’an Ɣğ akhir”y salah mengartikan makna dn kandungan dlm kitab alqur’an karena langsung diamalkan kepada swami dn swami menyalahkan, dn memang sang istri salah menafsirkan Ɣğ dia amalkan, bagai mn yg harus sbnr”y dilakukan swami. Trims

    Balas

    • abisyamsul
      Feb 19, 2013 @ 01:13:30

      Jika seperti itu maka suami bersalah,karena meninggalkan salah satu kewajibannya sebagai imam (pemimpin) dalam keluarga selain memberi nafkah.Firman allah ” Hai org-org yg beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”QS At-tahrim:6“.
      juga dlm ayat lainnya
      ” Dan perintahkan kpd keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah dalam mengerjakannya”QS Thoha:132.
      Jadi berdasarkan ayat diatas tugas seorang suami adalah mengajarkan kepada anak dan istrinya tentang agama secara baik dan benar sbg bentuk tanggung jawab dihadapan Allah SWT kelak.
      Hadist Nabi” Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab tentang yang dipimpinnya…”.

      Balas

  3. asep yulfakar
    Feb 21, 2013 @ 13:03:42

    terima kasih atas pencerahannya, Abi Syamsul

    Balas

  4. Emi
    Feb 23, 2013 @ 01:40:30

    bagaimana kalau suami tidak peduli dengan keluarga?dengan anak dan istri.
    suami tidak pernah berdiskusi dengan istri, tapi lebih suka mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang tuanya?begitu juga masalah keuangan, suami tidak terbuka dengan istri,tapi terbuka dengan orang tua dan saudara- saudaranya..
    kebetulan istri seorang PNS,jadi suami tidak mau memenuhi kebutuhan rumah tangganya,..terima kasih.

    Balas

    • abisyamsul
      Feb 24, 2013 @ 04:43:16

      Bismillaahirrohmaanirrohiim
      U/ sdri Emi
      Meskipun istri telah bekerja, menafkahi keluarga adalah tangung jawab suami yg diamanahkan oleh Allah SWT untuk anak & istrinya. Meski pendapatan suami lebih kecil dari pendapatan atau gaji istri, terimalah dengan tulus disertai senyum manis sbg rasa syukur dan terimakasih dan Istri harus tetap menghargai suami sbg kepala rumah tangga.

      Terkadang Istri yang telah bekerja dan berpenghasilan lebih besar dari suami cenderung merendahkan suami bahkan ingin mengambil peran dan posisi suami sbg kepala rumah tangga.Jika terjadi demikian tak jarang suami akan tersinggung dan akan lari mengabaikan tanggung jawabnya sbg kepala rumah tangga, maka istripun tidak lg dianggap sebagai kawan hidup untuk berdiskusi dan mencurahkan segala hal, dia akan menutup diri dan akan lari kepada orang lain, baik itu teman atau keluarganya yg dia anggap siap mendengarkan keluh kesahnya.

      Firman Allah ” Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena allah telah melebihkan sebagian mereka(laki-laki) atas sebagian yg lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu wanita yg saleh ialah yg taat kpd allah lg memelihara diri di balik pembelakangan suaminya ,oleh karena allah telah memelihara (mereka)……” (QS An-Nissa : 34)

      Jadi, janganlah kita menyalahkan pasangan terlebih dhulu sebelum kita mengoreksi diri kita. Bisa jadi kesalahan yg diperbuat oleh pasangan kita akibat dari kesalahan kita.
      wallohu’alam bishawab

      Balas

  5. Billa
    Mar 12, 2013 @ 15:17:22

    Haruskah isrti selalu menasehati suami?

    Balas

    • abisyamsul
      Apr 13, 2013 @ 00:25:50

      Dalam islam telah diajarkan tentang bagaimana ahlaQ seorang muslim terhadap muslim lainnya,Firman Allah : “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuaali meraka yang beriman dan beramal soleh,dan nasehat menasehati supaya supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS Al- “ashr :1-3). Jadi menasehati seseorang karena kesalahannya adalah satu tindakan kebajikan sebagi tanda orang yg beriman dan mau tunduk pada perintah allah. Apalagi jika kesalahan itu karena melanggar perintah allah, maka wajib hukumnya untuk selalu memberikan nasehat atau memberikan teguran dengan cara yang baik.

      Balas

  6. Gian
    Mar 15, 2013 @ 08:33:41

    Terimakasih buat pencerahhannya klo boleh sedikit menambahkan Kenapa Rosululloh berbuat sedemikian baiknya terhadap seorang istri!! menurut saya Karena Rosululloh saw yg sudah tidak diragukan lagi pengetahuannya mengenai ajaran islam, beliau berbuat seperti itu mungkin karena beliau tahu seberapa beratnya tugas seorang istri dimata Alloh SWT sampai2 seorang suami berperan untuk menentukan masuk surga atau neraka kah istrinya itu, bisa d baca di alamat ini : http://id.shvoong.com/books/dictionary/2195434-20-perilaku-durhaka-istri-terhadap/
    Klo mencermati Posting di alamat tersebut sebenarnya lebih di beratkan kpd istri, hampir sama kedudukannya seperti seorang ibu kpd anak2nya dan selebihnya itu di serahkan kpd suami dengan kekuasaanya itu apakah akan disalahgunakan ataukah untuk dijadikan sarana membentuk keluarga sakinah mawadah warohmah,tentunya itu dikembalikan lagi kpd kadar keimanan kita.

    Balas

  7. Bunda
    Apr 09, 2013 @ 15:03:32

    Bagaimana menghadapi suami yg suka berbicara keras, suka emosi di jalan bahkan kadang saya takut kalo bepergian dg dia yg nyetir mobil gak sabaran. Suka merendahkan istri yg kebetulan tidak bekerja, saya capai dg situasi ini hanya bertahan demi anak2 kami. Tks.

    Balas

    • abisyamsul
      Apr 13, 2013 @ 01:40:06

      Selain Ayat Qouliyah (firman), Allah telah mengajarkan kpd manusia melalui ayat Qauniyah=-NYA melalui apa yang diciptakanNYA, ykni alam dan segala isinya. Semuanya itu untuk melatih kepekaan kita dan melatih kita agar menjadi orang yang selalu berfikir(ulil albab).
      Seperti bagaimana proses air yang dapat memadamkan api,menghancurkan kerasnya besi, bahkan tetesan air yang dapat melubangi kerasnya bongkahan batu.Mungkin itulah yang bisa kita lakukan dalam menghadapi setiap permasalahan dalam hidup. Air yang memiliki sifat lemah, tapi dengan kelembutan dan kesabarannya dapat menghancurkan sesuatu yang sangat keras dan memiliki kekuatan jauh melebihi dirinya, tanpa memperdulikan waktu.
      Berumah tangga sama halnya dengan menyatukan dua sudut pandang, sifat dan karakter serta tujuan yg berbeda.Karna dasar cinta dan kasih sayang (mawaddah wa rohmah) maka perbedaan itu tak lagi jadi persoalan.
      Segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki disatukan, laksana menyusun batu menjdai dinding yang kokoh untuk menahan terpaan badai. Bersiaplah menghadapinya, karna badai cobaan akan selalu datang. Firman Allah : ” Dan sesungguhnya kami akan berikan cobaan kepadanu dgn sedikit ketakutan, kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan.Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar ” (QS Al-Baqoroh : 155).

      Carilah cara pertolongan yg tepat,”Wasta’iinuu bishobriwashollati innallooha ma’ashoobiriin ” Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu,sesungguhnya allah beserta orang2 yang sabar. (QS Al-baqoroh : 153).

      Dan jangan pernah berhenti utk bersabar menahan setiap terpaan yang datang ,
      “Yaa ayyuhallajiina aamanushbiruu washoobiruu” hai orang – orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu ” (Al-imran : 200)

      Balas

  8. NANDA
    Mei 02, 2013 @ 01:57:57

    kalau istri yang menafkahi keluarga ,tetapi dalam ber rumah tangga itu seorang istri non islam . tetapi suami cuman dirumah setiap hari , tetapi suami itu masih sehat wal’afiat , rajin beribadah , rajin mengaji dll . dan tidak mengajarkan keluarganya tentang islam . apakah istri dosa besar apa suaminya yang berdosa ?

    Balas

    • abisyamsul
      Mei 25, 2013 @ 05:19:29

      Jika anda seorang non muslim, sebaiknya meminta suami anda untuk menghalalkan perkawinan tersebut dengan cara anda menjadi seorang muslimah terlebih dahulu. sebab status perkawinan berlainan agama, dalam islam tidak diperbolehkan. Rosulullah Muhammad telah memberikan panduan dalam memilih calon istri “Barang siapa menikahi seorang perempuan karena hartanya dan rupanya yang manis, niscaya allah akan melenyapkan hartanya dan kecantikannya. dan barang siapa menikahinya karena agamanya, niscaya Allaah akan memberi karunia kepadanya dengan harta dan kecantikannya”.

      Sabda Nabi Muhammad SAw : ” Takutlah kepada allah dalam urusan wanita, sesungguhnya kamu ambil mereka dengan kepercayaan Allah dan kamu halalkan mereka dengan kalimat Allah” HR Muslim

      Dalam agama islam kewajiban menafkahi keluarga merupakan kewajiban seorang suami, tapi jika istri bersedia untuk membantu tidak menjadi masalah, asalkan mendapat ridho dan izin suami, dan bekerja dengan cara dan dalam lingkungan yang baik.

      Islam juga telah memberikan peringatan terhadap orang yang menyia-nyiakan keluarganya, Sabda Rosullulah Muhammad SAW : ” Cukup seorang berdosa kalau dia mengabaikan orang yang wajib dibelanjainya” ( HR Abu Dawud ).

      Balas

  9. Rinda
    Mei 07, 2013 @ 05:44:48

    Aswwrwb, Pak ustad saya mau tanya, suami yang mana yang harus ditaati,bila semua kewajiban dan hak telah dilakukan oleh istri, masalahnya bila tak ada komunikasi jika keluar dari rumah, apakah salah bila istri menanyakan keadaan suami yang sedang berada di luar rumah?terima kasih atas jawabanny

    Balas

    • abisyamsul
      Mei 25, 2013 @ 04:43:13

      Selama pemimpin itu taat pada allah dan rosulnya maka dia wajib hukumnya untuk di taati.
      Firman allah swt : “atiulloha wa’atiurrosuul waulil amri minkum…”
      “Taatlah kepada allah, dan taatlah kepada Rosul dan pemimpin diantara kamu “.
      Namun demikian, terhadap pemimpin yang tidak taat, harus di beri peringatan dengan cara yang baik agar kembali ketaatannya kepada Allah swt. Sebab tolong menolong untuk mengajak pada kebaikan dan meninggalkan kemunkaran merupakan kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim ” Watawashoubil haqqi watawa shoubishobri”

      Istri mempunyai hak untuk mencari tahu keberadaan serta kondisi suaminya, begitu juga sebaliknya. Karena dengan demikian akan menumbuhkan rasa kasih sayang seperti yang ingin di capai dalam hubungan rumah tangga ” sakinah, mawadah warohmah”

      Balas

  10. nass
    Mei 12, 2013 @ 17:01:59

    Assalamualaikum…
    Saya mempunyai calon suami yg amat sangat perduli dgn keagamaan saya..dy merubah saya dari yg buruk menjadi jauh lebih baik…
    Tapi semakin dekat hari pernikahan kami,sifatny jadi semakin keras..kadang dy membimbing saya dengan kata2 yg menyakiti hati saya bahkan tdk jarang dy menghina keluarga saya krn tidak bisa mendidik saya dengan baik…
    Saya pernah keluar makan dgn teman2,dan dy tidak suka..dy bilang saya selalu salah dan tdk pernah mau belajar…dy tidak bisa melihat sama sekali dgn semua perubahan saya…
    Apa yg harus saya lakukan ustadz? Padahal hari pernikahan kami tinggal sbentar lagi

    Balas

    • CC
      Mei 21, 2013 @ 04:22:43

      Berpikir ulanglah…
      Pemimpin RT itu hrs lembut, perhatian, membimbing, penuh kasih sayang sama keluarga kedua belah pihak.
      Kalau belum apa2 sdh merasa tidak nyaman.., bgmn nanti.., mending kalau dy bisa aiajak komunikasi dgn baik, tidak mementingkan kehendaknya sendiri.
      BIkin daftar sipat baik n sipat buruk dr dy, mana yg lebih byk…
      Tentunya trs munajat n berdoa minta petunjukNYa.
      Smg Allah beri pendamping hidup yg paling pas dgn Nass ya.

      Balas

    • abisyamsul
      Mei 25, 2013 @ 05:46:48

      Cobalah untuk lebih peka dalam menanggapi apa yang menjadi tujuan marahnya, mungkin saja maksud calon pasangan anda baik. Dia ingin anda membatasi diri untuk tidak bergaul dengan banyak kawan yang mungkin menurut dia tidak baik dalam pandangan agama islam, karena takut anda terbawa buruknya pergaulan tersebut. Jika hanya karena faktor cemburu, cobalah beri dia pengertian dengan baik, dan tidak perlu memaki keluarga anda.

      Balas

    • tarjono
      Jun 10, 2013 @ 03:44:26

      ukhti Nass…..
      bersabarlah. karena sungguh yang bisa membolak-balikkan hati manusia hanyalah Allah SWT. Tunjukkan perubahan yang baik (ikhtiar) dibarengi dengan Doa lalu sisanya serahkan pada Yang Maha Kuasa..
      Insya Allah…..

      Balas

  11. hendra hermawan
    Mei 19, 2013 @ 01:29:43

    bagai mana dengan istri yang selalu minta digaulinya dan selalu marah2 apabila sang suami menolak ajakan sang istri…apakah sang suami berdosa? ataukan sebaliknya sang istri yang berdosa karena marah2 dan bersikap tidak meng enakan kepada suami bahkan mengeluarkan kata2 yang tidak pantas…. seandainya sang suami hanya mampu menggauli istrinya 1 bulan 1 kali dan sang istri mebeberkannya kepada saudara2 nya atau bahkan kepada keluarganya? sehingga kehormatan sang suami merasa tidak di jaga? bagai mana hukumnya dan cara menasehati istri yang seperti itu???? terima kasih….

    Balas

    • abisyamsul
      Mei 25, 2013 @ 04:14:25

      Salah satu hak istri adalah mendapat perlakuan terbaik dari suami dalam hal pemberian nafkah, baik nafkah lahir maupun bathin, namun begitu keduanya harus saling menyadarai akan kekurangan serta kelebihan masing-masing. Jika ada kekurangan dalam hal apapun dalam urusan rumah tangga,berusahalah dahulu agar ada perbaikan dan bersabarlah. manusia hanya bisa berusaha tapi allah lah yang maha menentukan. Suami dan Istri mempunyai Hak dan kewajiban masing-masing terhadap pasanganya tersebut, serta saling menjaga aib rumah tangganya agar tidak tersiar kepada orang lain termasuk keluarganya.

      Firman Allah ” Hak istri yang patut diterima dari suaminya seimbang dengan kewajiban terhadap suaminya dengan baik ” Qs -albaqoroh : 228.
      Dari anas bin malik Ra : ” Rosulullah Saw ditanya, ” Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya ? ” Beliau bersabda ” ” yang paling baik akhlaknya kepada keluarganya “.

      Menyakiti suami dengan perkataan kasar dan tidak pantas, termasuk salah satu yang dimurkai allah dan rosulnya serta mahluk allah yang lain, Sabda Nabi Muhammad saw ” Seorang istri tidak menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya(pasangannya) dari bidadari berkata : ” Kamu jangan menyakitinya, semoga kamu dimurkai oleh allah, sesungguhnya dia hanya tamu disisimu, tidak lama lagi dia akan meninggalkanmu menuju kami” (Hr Tirmiji) (Kitab riyadus sholihin). Wallahu a’lam bishowab

      Balas

  12. CC
    Mei 21, 2013 @ 04:15:24

    Bgmn dgn suami yg selalu mudah membeli apa yg dy inginkan, namun susah mengabulkan apa yg istri ingin beli…?
    Padahal fitrah ingin memiliki sesuatu, laki2 n prmpuan sama kuat…, disinilah sebabnya wanita selalu ada keinginan bekerja supaya punya penghasilan sndiri.
    Namun waktu untuk bekerja habis dgn menjalankan pekerjaan Rumah tangga.
    Padahal sebelum menikah, orang tua mampu memenuhi semua kebutuhan anaknya.

    Balas

  13. Mama faid
    Agu 06, 2013 @ 23:09:02

    Ass.suami sy klo lagi suntuk/trbentur suatu msalah,selalu sy dan anak2 yg jd objek kemarahan beliau.padahal sy dan anak2 sangat mgharapkan kpulangan beliau setiap sorenya.apa yg harus sy perbuat,apa sy harus telan sj semua kepahitan ini?sy pernah sarankan kpd beliau untuk menikah lgi,kalo sy memang selalu salah(bnyk kkurangan).tp beliau tak ad reaksi.ap yg harus sy perbuat?apkah sy berdosa mta d cerai?mohon sarannya ustadz. Tlng djwab lewat e-mail sy aj ya ustadz.terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 947 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: